RSS
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Kasus Penyadapan, Indonesia-Australia Susun Kode Etik

JAKARTA, KOMPAS — Indonesia dan Australia akan menyusun protokol serta kode etik hubungan kedua negara untuk menjamin tidak terulangnya tindakan merugikan yang dilakukan salah satu negara. Setelah protokol terbentuk, dijalankan, dan memberikan rasa percaya, baru Indonesia bersedia melanjutkan kerja sama dengan Australia.
Sikap Indonesia yang mengajak Australia menyusun protokol dan kode etik bagi hubungan kedua negara merupakan respons Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas surat balasan Perdana Menteri Australia Tony Abbott. Respons ini disampaikan Yudhoyono dalam keterangan pers seusai rapat terbatas membahas surat balasan Abbott, Selasa (26/11), di Kantor Presiden.
”Saya akan menugasi Menteri Luar Negeri atau utusan khusus untuk mendiskusikan secara mendalam isu-isu sensitif, termasuk hubungan bilateral Indonesia-Australia pasca-penyadapan,” tutur Presiden. Pembahasan tersebut akan menjadi dasar upaya selanjutnya, yaitu membahas protokol dan kode etik.
Jika sudah selesai disusun, kode etik dan protokol akan disahkan di hadapan kepala pemerintahan kedua negara. Setelah itu, Australia dan Indonesia akan menjalankan kode etik itu sebaik mungkin. Evaluasi ataupun observasi dilakukan untuk menilai pelaksanaan protokol/kode etik.
Sebagai tahap terakhir, menurut Yudhoyono, setelah Indonesia memiliki kepercayaan, kerja sama bilateral dapat dilanjutkan, termasuk kerja sama militer dan kepolisian.
Presiden menjelaskan, surat balasan Abbott mempunyai tiga pesan penting. Pertama, Australia ingin menjaga dan melanjutkan hubungan bilateral kedua negara.
Kedua, Abbott berkomitmen bahwa Australia tidak akan melakukan sesuatu di masa depan yang akan merugikan ataupun mengganggu Indonesia.
Ketiga, Abbott setuju dan mendukung usul Yudhoyono agar dilakukan penataan kembali kerja sama bilateral, termasuk pertukaran intelijen dengan menyusun protokol/kode etik yang jelas, adil, dan dipatuhi.
Yudhoyono mengatakan, saat ini ada belasan ribu mahasiswa Indonesia di Australia. Tidak sedikit pula warga Indonesia yang bekerja di Australia.
”Demikian juga ada ratusan ribu warga Australia yang menjadi wisatawan, selain bekerja dan bertugas di Indonesia,” kata Presiden.
Singapura-Korea Selatan
Dalam kesempatan sama, Presiden juga mengatakan telah memerintahkan Menteri Luar Negeri berbicara kepada Duta Besar Singapura dan Korea Selatan mengenai kabar keterlibatan kedua negara itu dalam upaya penyadapan kabel bawah laut.
Rapat di Kantor Presiden tersebut dihadiri, antara lain, Wakil Presiden Boediono, Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman, dan Wakil Menteri Luar Negeri Wardana.

Rapat Koordinas Persiapan Pemilu 2014

Dalam rangka persiapan pemilu 2014, Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong mengadakan rapat kordinasi dengan berbagai puhak yang terkait seperti Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Rejang Lebong, Panwaslu, Kodim 0409, Polres , Kejaksanaan Negeri, Satpol PP, Dinas Perhubungan,  Kesbangpol dan Linmas, Bagian Pemerintahan, Bagian Hukum, dan Bagian Keuangan Sekretarita Daerah Kabupaten Rejang Lebong.
Rapat diadakan pada hari Senin, tanggal 11 Nopember 2013, pukul 09.00 wib di Ruang Rapat Bupati, dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, BapakDrs. Sudirman. Dari hasil rapat tersebut, disepakati akan dibentuk Badan Koordinasi Daerah (Bakorda) dengan tugas menghimpun laporan penyelenggaraan pemilu di daerah secara berjenjang sampai ke Pemerintah Pusat . Dana Bakorda akan disediakan melalui dan APBD Kabupaten Rejang Lebong tahun anggaran 2014.
Masing pihak yang terkait menyusun dan mengajukan anggaran yang diperlukan untuk mendukung kegiatan Pemilu 2014 yang tidak tersedia dari APBN, Rencana anggaran tersebut akan diusulkan dalam rencana anggaran APBD 2014 yang saat ini  masih dalam rancangan pembahasan antara eksekutif dan legislatif.
Untuk diketahui , rapat ini merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya yang diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober 2013, yang menyimpulkan bahwa, KPU, Panwaslu, Polres, Kodim, Kejari diminta untu segera mengajukan rincian kegiatan serta kebutuhan anggaran dalam rangka menunjang kegiata Pemilu 2014, serta rencana pembentukan Badan Koordinasi Daerah.

KPK periksa sekretaris Ratu Atut

KPK periksa sekretaris Ratu Atut
Gedung KPK (Dok. SINDOphoto).
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sekretaris pribadi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Alinda Agustine Quintasari. Dia akan diperiksa sebagai saksi terkait dugaan suap pengurusan sengketa Pemilukada Lebak, Banten, di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Dia diperiksa sebagai saksi," kata kepala pemberitaan dan publikasi KPK  saat dikonfirmasi, Rabu (27/11/2013).

Alinda sendiri sudah tiba di KPK, pukul 10.00 WIB. Namun dia tidak berkomentar apapun terkait kasus yang sudah menjerat adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Tak hanya Alinda, saksi lain ikut dipanggil oleh KPK yakni istri Akil Mochtar, Ratu Rita, dan A Farid Asyari dari swasta. Mereka akan  diperiksa sebagai saksi dugaan suap terhadap Akil dari dari Wawan melalui pengacaranya, Susi Tur Andayani.

Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan Akil, Susi, dan Wawan sebagai tersangka. Pada saat operasi tangkap tangan, KPK menyita uang Rp1 miliar yang diduga dijadikan suap.

SOSIALISASI



Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
Jenis-jenis sosialisasi
Jenis-jenis sosialisasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:
a. Sosialisasi primer (primary socialization)
Sosialisasi primer adalah sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dan menjadi pintu bagi seseorang memasuki keanggotaan dalam masyarakat.
Tempat sosialisasi primer adalah keluarga karena manusia lahir dan hidup di tengah-tengah keluarga. Sosialisasi primer akan memengaruhi seorang anak untuk dapat membedakan dirinya dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, seperti ayah, ibu, kakak, dan adik.
Dalam tahap tersebut, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Sosialisasi primer merupakan tempat menanamkan nilai-nilai budaya yang dianut keluarga seperti aturan-aturan keluarga, agama, dan kepercayaan.
b. Sosialisasi sekunder (secondary socialization)
Sosialisasi sekunder adalah proses sosialisasi berikutnya yang memperkenalkan kepada individu tersebut sektor-sektor baru dunia objektif masyarakat. Sosialisasi sekunder mengajarkan nilai-nilai baru di luar lingkungan keluarga seperti di lingkungan sekolah, lingkungan bermain, dan lingkungan kerja.
Salah satu bentuk sosialisasi sekunder yang sering dijumpai dalam masyarakat adalah proses resosialisasi atau sering disebut proses permasyarakatan total. Contoh: rumah tahanan, rumah sakit jiwa, dan lembaga pendidikan militer. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu kepribadian baru. Ia di didik untuk menerima aturan dan nilai baru.
Tujuan Sosialisasi
Sosialisasi mempunyai tujuan sebagai berikut :
 - Memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat
 - Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif
 - Membantu mengendalikan fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
 - Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat.
  
Faktor-faktor yang mempengaruhi Sosialisasi
Sosialisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya sebagai berikut:
1. Kematangan Fisik Seseorang
 - Berkaitan erat dengan usia seseorang.
 - Untuk mensosialisasikan cara-cara berbahasa dan melakukan beberapa keterampilan dasar.
 - Perlu mekanisme sosialisasi agar generasi baru menginternalisasikan pola budaya untuk mengatur perilakunya.
 - Perilaku manusia tidak dapat diatur melalui struktur genetik.
2. Lingkungan atau Sarana Sosialisasi
2.1. Interaksi dengan sesama
    - Untuk pertumbuhan kecerdasan dan emosional seseorang.
    - Dapat mempelajari tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab.
    - Merupakan cara untuk melatih seseorang hidup bermasyarakat.
2.2. Bahasa
    - Berisi simbol untuk memahami simbol lainnya.
    - Digunakan untuk memahami realitas sosial, mengkomunikasikan gagasan, dan menyatakan pandangan    dan nilai seseorang kepada orang lain.
2.3 Kasih sayang
    - Untuk menciptakan lingkungan sosial yang kondusif bagi proses sosialisasi.
    - Diperlukan bagi kesehatan mental dan fisik seseorang.
    - Juga sebagai sarana komunikasi dan bekerja sama.
3. Keinginan yang Kuat
  - Merupakan faktor terpenting dalam proses sosialisasi.
  - Keinginan bisa berupa keinginan untuk melakukan sesuatu dengan baik,kepuasan untuk mencapai prestasi pribadi, dan kebutuhan akan prestasi.
Contoh: Seorang siswa akan berusaha belajar giat agar memperoleh nilai bagus dalam suatu ujian atau tugas.

 INTERAKSI SOSIAL DALAM HUBUNGAN ANTAR MANUSIA   

A. Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol, di mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya
B. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk interaksi sosial yang berkaitan dengan proses asosiatif dapat terbagi atas bentuk kerja sama, akomodasi, dan asimilasi. Kerja sama merupakan suatu usaha bersama individu dengan individu atau kelompok-kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan. Akomodasi dapat diartikan sebagai suatu keadaan, di mana terjadi keseimbangan dalam interaksi antara individu-individu atau kelompok-kelompok manusia berkaitan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Usaha-usaha itu dilakukan untuk mencapai suatu kestabilan. Sedangkan Asimilasi merupakan suatu proses di mana pihak-pihak yang berinteraksi mengidentifikasikan dirinya dengan kepentingan-kepentingan serta tujuan-tujuan kelompok
Bentuk interaksi yang berkaitan dengan proses disosiatif ini dapat terbagi atas bentuk persaingan, kontravensi, dan pertentangan. Persaingan merupakan suatu proses sosial, di mana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan. Bentuk kontravensi merupakan bentuk interaksi sosial yang sifatnya berada antara persaingan dan pertentangan. Sedangkan pertentangan merupakan suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan.
Untuk tahapan proses-proses asosiatif dan disosiatif Mark L. Knapp menjelaskan tahapan interaksi sosial untuk mendekatkan dan untuk merenggangkan. Tahapan untuk mendekatkan meliputi tahapan memulai (initiating), menjajaki (experimenting), meningkatkan (intensifying), menyatupadukan (integrating) dan mempertalikan (bonding). Sedangkan tahapan untuk merenggangkan meliputi membeda-bedakan (differentiating), membatasi (circumscribing), memacetkan (stagnating), menghindari (avoiding), dan memutuskan (terminating).
Pendekatan interaksi lainnya adalah pendekatan dramaturgi menurut Erving Goffman. Melalui pendekatan ini Erving Goffman menggunakan bahasa dan khayalan teater untuk menggambarkan fakta subyektif dan obyektif dari interaksi sosial. Konsep-konsepnya dalam pendekatan ini mencakup tempat berlangsungnya interaksi sosial yang disebut dengan social establishment, tempat mempersiapkan interaksi sosial disebut dengan back region/backstage, tempat penyampaian ekspresi dalam interaksi sosial disebut front region, individu yang melihat interaksi tersebut disebut audience, penampilan dari pihak-pihak yang melakukan interaksi disebut dengan team of performers, dan orang yang tidak melihat interaksi tersebut disebut dengan outsider.
Erving Goffman juga menyampaikan konsep impression management untuk menunjukkan usaha individu dalam menampilkan kesan tertentu pada orang lain. Konsep expression untuk individu yang membuat pernyataan dalam interaksi. Konsep ini terbagi atas expression given untuk pernyataan yang diberikan dan expression given off untuk pernyataan yang terlepas. Serta konsep impression untuk individu lain yang memperoleh kesan dalam interaksi.
Bentuk – Bentuk interaksi yang mendorong terjadinya lembaga ,kelompok dan organisasi sosial .
1. Bentuk Interaksi Sosial Menurut Jumlah Pelakunya .
A. Interaksi antara individu dan individu
Individu yang satu memberikan pengaruh , rangsangan \ Stimulus kepada individu lainnya . Wujud interaksi bisa dalam dalam bentuk berjabat tangan , saling menegur , bercakap – cakap \ mungkin bertengkar .

B. Interaksi antara individu dan kelompok
Bentuk interaksi antara individu dengan kelompok : Misalnya : Seorang ustadz sedang berpidato didepan orang banyak . Bentuk semacam ini menunjukkan bahwa kepentingan individu berhadapan dengan kepentingan kelompok .
C. Interaksi antara Kelompok dan Kelompok
Bentuk interaksi seperti ini berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain . Contoh : Satu Kesebelasan Sepak Bola bertanding melawan kesebelasan lain .
2. Bentuk Interaksi Sosial Menurut Proses Terjadinya .
A. Imitasi
Imitasi adalah pembentukan nilai melalui dengan meniru cara- cara orang lain. Contoh : Seorang anak sering kali meniru kebiasan – kebiasan orang tuanya .
B. Identifikasi
Identifikasi adalah menirukan dirinya menjadi sama dengan orang yang ditirunya . Contoh : Seorang anak laki – laki yang begitu dekat dan akrab dengan ayahnya suka mengidentifikasikan dirinya menjadi sama dengan ayah nya .
C. Sugesti
Sugesti dapat diberikan dari seorang individu kepada kelompok . Kelompok kepada kelompok kepada seorang individu . Contoh : Seorang remaja putus sekolah akan dengan mudah ikut-ikutan terlibat “ Kenalan Remaja “ . Tanpa memikirkan akibatnya kelak .
D. Motivasi
Motivasi juga diberikan dari seorang individu kepada kelompok.Contoh : Pemberian tugas dari seorang guru kepada muridnya merupakan salah satu bentuk motivasi supaya mereka mau belajar dengan rajin dan penuh rasa tanggung jawab

E. Simpati
Perasaan simpati itu bisa juga disampaikan kepada seseorang / kelompok orang atau suatu lembaga formal pada saat –saat khusus. Misalnya apabila perasaan simpati itu timbul dari seorang perjaka terhadap seorang gadis / sebaliknya kelak akan menimbulkan perasaan cinta kasih / kasih saying.
F. Empati
Empati itu dibarengi perasaan organisme tubuh yang sangat dalam. Contoh jika kita melihat orang celaka sampai luka berat dan orang itu kerabat kita, maka perasaan empati menempatkan kita seolah-olah ikut celaka.
C. Hubungan Individu Dengan Lingkungan

Pada teori konvergensi disebutkan bahwa lingkungan memiliki peranan penting dalam perkembangan jiwa manusia. Lingkungan tersebut terbagi dalam beberapa kategori yaitu :
a. Lingkungan fisik ; berupa alam seperti keadaan alam atau keadaan tanah serta musim
b. Lingkungan sosial ; berupa lingkungan tempat individu berinteraksi. Lingkungan sosial dibedakan dalam dua bentuk :
1). Lingkungan sosial primer : yaitu lingkungan yang anggotanya saling kenal
2). Lingkungan sosial sekunder : lingkungan yang hubungan anatar anggotanya bersifat longgar.

Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata memiliki hubungan timbal balik lingkungan mempengaruhi individu dan individu mempengaruhi lingkungan. Sikap individu terhadap lingkungan dapat dibagi dalam 3 kategori yaitu :
a) Individu menolak lingkungan jika tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu
b) Individu menerima lingkungan jika sesuai dengan dengan yang ada dalam diri individu
c) Individu bersikap netral atau berstaus quo.
Pengaruh Lingkungan Terhadap Individu
Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk didalamnya adalah belajar.
Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empirik yang berarti pengalaman, karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya. Manusia tidak bisa melepaskan diri secara mutlak dari pengaruh lingkungan itu, karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya.
Sejauh mana pengaruh lingkungan itu bagi diri individu, dapat kita ikuti pada uraian berikut
1. Lingkungan Membuat Individu Sebagai Makhluk Social
Yang dimaksud dengan lingkungan pada uraian ini hanya meliputi orang-orang atau manusia-manusia lain yang dapat memberikan pengaruh dan dapat dipengaruhi, sehingga kenyataannya akan menuntut suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu dengan yang lainnya.
Terputusnya hubungan manusia dengan masyarakat manusia pada tahun-tahun permulaan perkembangannya, akan mengakibatkan berubahnya tabiat manusia sebagai manusia. Berubahnya tabiat manusia sebagai manusia dalam arti bahwa ia tidak akan mampu bergaul dan bertingkah laku dengan sesamanya.
Dapat kita bayangkan andaikata seorang anak manusia yang sejak lahirnya dipisahkan dari pergaulan manusia sampai kira-kira berusia 10 tahun saja, walaupun diberinya cukup makanan dan minuman, akan tetapi serentak dia dihadapkan kepada pergaulan manusia, maka sudah dapat dipastikan bahwa dia tidak akan mampu berbicara dengan bahasa yang biasa, canggung pemalu dan lain-lain. Sehingga kalaupun dia kemudian dididik, maka penyesuaian dirinya itu akan berlangsung sangat lambat sekali.
2. Lingkungan Membuat Wajah Budaya Bagi Individu
Lingkungan dengan aneka ragam kekayaannya merupakan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang, karena manusia hidup adalah manusia yang berfikir dan serba ingin tahu serta mencoba-coba terhadap segala apa yang tersedia di alam sekitarnya.
Lingkungan memiliki peranan bagi individu, sebagai :
a. Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu. Contoh : air dapat dipergunakan untuk minum atau menjamu teman ketika berkunjung ke rumah.
b. Tantangan bagi individu dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya. Contoh : air banjir pada musim hujan mendorong manusia untuk mencari cara-cara untuk mengatasinya.
c. Sesuatu yang diikuti individu. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengidentifikasinya, apabila dianggap sesuai dengan dirinya. Contoh : seorang anak yang senantiasa bergaul dengan temannya yang rajin belajar, sedikit banyaknya sifat rajin dari temannya akan diikutinya sehingga lama kelamaan dia pun berubah menjadi anak yang rajin.
d. Obyek penyesuaian diri bagi individu, baik secara alloplastis maupun autoplastis. Penyesuaian diri alloplastis artinya individu itu berusaha untuk merubah lingkungannya. Contoh : dalam keadaan cuaca panas individu memasang kipas angin sehingga dikamarnya menjadi sejuk. Dalam hal ini, individu melakukan manipulation yaitu mengadakan usaha untuk memalsukan lingkungan panas menjadi sejuk sehingga sesuai dengan dirinya. Sedangkan penyesuaian diri autoplastis, penyesusian diri yang dilakukan individu agar dirinya sesuai dengan lingkungannya. Contoh : seorang juru rawat di rumah sakit, pada awalnya dia merasa mual karena bau obat-obatan, namun lama-kelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak menjadi gangguan lagi, karena dirinya telah sesuai dengan lingkungannya
D. Jenis Interaksi Sosial
Ada empat jenis interaksi sosial dengan lingkungannya, yaitu :
1. Individu dapat bertentangan dengan lingkungannya.
2. Individu dapat memanfaatkan lingkungannya.
3. Individu dapat berinteraksi dengan lingkungannya.
4. Individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Lingkungan di sini bisa berupa lingkungan fisik (alam benda-benda yang konkrit), lingkungan psikis (jiwa, badan, orang-orang dalam lingkungan) serta lingkungan rohaniah (keyakinan-keyakinan, ide-ide, dan filsafat-filsafat yang terdapat di lingkungan individu).


E. Proses Interaksi Sosial
Proses Interaksi sosial menurut Herbert Blumer adalah pada saat manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia. Kemudian makna yang dimiliki sesuatu itu berasal dari interaksi antara seseorang dengan sesamanya. Dan terakhir adalah Makna tidak bersifat tetap namun dapat dirubah, perubahan terhadap makna dapat terjadi melalui proses penafsiran yang dilakukan orang ketika menjumpai sesuatu. Proses tersebut disebut juga dengan interpretative process
Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan tahap pertama dari terjadinya hubungan sosial Komunikasi merupakan penyampaian suatu informasi dan pemberian tafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan. Karp dan Yoels menunjukkan beberapa hal yang dapat menjadi sumber informasi bagi dimulainya komunikasi atau interaksi sosial. Sumber Informasi tersebut dapat terbagi dua, yaitu Ciri Fisik dan Penampilan. Ciri Fisik, adalah segala sesuatu yang dimiliki seorang individu sejak lahir yang meliputi jenis kelamin, usia, dan ras. Penampilan di sini dapat meliputi daya tarik fisik, bentuk tubuh, penampilan berbusana, dan wacana.
Interaksi sosial memiliki aturan, dan aturan itu dapat dilihat melalui dimensi ruang dan dimensi waktu dari Robert T Hall dan Definisi Situasi dari W.I. Thomas. Hall membagi ruangan dalam interaksi sosial menjadi 4 batasan jarak, yaitu jarak intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak publik. Selain aturan mengenai ruang Hall juga menjelaskan aturan mengenai Waktu. Pada dimensi waktu ini terlihat adanya batasan toleransi waktu yang dapat mempengaruhi bentuk interaksi. Aturan yang terakhir adalah dimensi situasi yang dikemukakan oleh W.I. Thomas. Definisi situasi merupakan penafsiran seseorang sebelum memberikan reaksi. Definisi situasi ini dibuat oleh individu dan masyarakat.
F. Faktor – Faktor Yang Mendorong Terjadinya Interaksi Sosial
1. Tindakan Sosial
Tidak semua tindakan manusia dinyatakan sebagai tindakan sosial misalnya : Seorang pemuda yang sedang mengkhayalkan gadis impiannya secara diam – diam . Menurut MAX WEBER , tindakan sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu – individu lainnya dalam masyarakat . Tindakan sosial dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu :
a. Tindakan Rasional Instrumental : Tindakan yang dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan . Contoh : Bekerja Keras untuk mendapatkan nafkah yang cukup .
b. Tindakan Rasional Berorientasi nilai : Tindakan – Tindakan yang berkaitan dengan nilai – nilai dasar dalam masyarakat . Contoh : Tindakan –Tindakan yang bersifat Religio – magis .
c. Tindakan Tradisional; Tindakan yang tidak memperhitungkan pertimbangan Rasional . Contoh : Berbagai macam upacara \ tradisi yang dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan leluhur .
d. Tindakan Ofektif : Tindakan – Tindakan yang dilakukan oleh seorang \ kelompok orang berdasarkan perasaan \ emosi
2. Kontak Sosial
Dalam kehidupan sehari-hari kontak sosial dapat dilakukan dengan cara :
a. Kontak Sosial yang dilakukan menurut cara pihak-pihak yang berkomunikasi . Cara kontak sosial itu ada 2 macam yaitu :
1) Kontak Langsung : Pihak komunikator menyampaikan pesannya secara langsung kepada pihak komunikan .
2) Kontak Tidak Langsung : Pihak komunikator menyampaikan pesannya kepada pihak komunikan melalui perantara pihak ketiga .
b. Kontak Sosial yang dilakukan menurut terjadinya proses komunikasi . Ada 2 macam kontak sosial .
1) Kontak Primer
2) Kontak Sekunder
3. Komunikasi Sosial
Komunikasi artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain. Orang yang menyampaikan komunikasi disebut komunikator , orang yang menerima komunikasi disebut komunikan. Tidak selamanya kontak sosial akan menghasilkan interaksi sosial yang baik apabila proses komunikasinya tidak berlangsungnya secara komunikatif . Contoh : Pesan yang disampaikan tidak jelas, berbelit – belit , bahkan mungkin sama sekali tidak dapat dipahami .

G. Faktor Psikologi Pendorong Interaksi Sosial
Terdapat empat faktor yang mendasari kelangsungan interaksi sosial, yaitu :
1. Faktor imitasi, masyarakat merupakan pengelompokan manusia di mana tiap individu saling mengimitasi (meniru) dari orang lain dan sebaliknya. Bahkan masyarakat baru menjadi masyarakat yang sebenarnya ketika manusia mulai mengimitasi kegiatan manusia lainnya.
2. Faktor sugesti, pengaruh psikis baik yang datang dari diri sendiri maupun yang datang dari orang lain, umumnya sugesti diterima tanpa adanya kritik dati individu yang bersangkutan. Sugesti adalah suatu proses di mana individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman tingkah laku orang lain tanpa kritik terlebih dahulu.
3. Faktor identifikasi merupakan dorongan untuk menjadi identik atau sama dengan orang lain.
4. Faktor simpati, orang memiliki kecenderungan tertarik pada orang lain, sedangkan orang yang memiliki kecenderungan menolak orang lain disebut antipati. Simpati akan menjalin hubungan saling pengertian yang saling mendalam dalam inteaksi antarindividu, ingin mengerti dan ingin kerja sama dengan orang lain serta saling melengkapi satu sama lain.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Pembina Upacara, mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Kamis (15/8) pukul 16.00 WIB di Istana Negara. Berikut ini nama dan asal anggota Paskibraka yang akan bertugas pada peringatan HUT ke-68 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2013.

Aceh : Ali Alfaresy dan Dio Fany Anggraini S

Sumatera Utara : Opor Tunitas Hulu dan Afriya

Sumatera Barat : Ricky Suwandi Putra dan Retno Adhilla Putri

Sumatera Selatan : Deni Saputra dan Vevia Lindya Sari

Riau : Ryandi Anugerah Putra dan Fitri Nugrahani

Bengkulu : Riki Agung Putra Yoto dan Mesfi Dwi Putri

Bangka Belitung : Widya Lestari dan Noprian Panca Wirawan

Kepulauan Riau : Doni Sari Kende dan Urai Rani Farni

Jambi : Zaky Arita dan Novi Kumalasari

Lampung : Ozzy Eka Purwanto dan Nindya Agni Cahyati

Jawa Barat : Muhammad Rayhan Akbar dan Cintami Amalia

Banten : Muhammad Billy dan Sabrina

DKI Jakarta : Rifqi Widhianto dan Audy Elita Putri

DI Yogyakarta : Yollandaru Yoga Santika dan Dinda Rizkita Karyadewi

Jawa Tengah : Alif Firman Tawakal dan Fara Fauzia Hapsari

Jawa Timur : Dian Febriana Pradikatama /

Vindya Rossy Tria Puspita Mandasari

Bali : Gusti Komang Arya Baskhara Udayana Putra /

Bintang Prayascita Widya Ningrum

Nusa Tenggara Barat : Dina Mardiana dan Yori Sujiarta Utama

Nusa Tenggara Timur : Longkinos P De Jesus dan Meldiana Boik

Kalimantan Selatan : Bagas Rizki Mahaditya dan Gusti Elvira Ramadhanti

Kalimantan Barat : Tami Auliana dan Muh. Faidhal Anwar Linbong

Kalimantan Timur : Armeyn Arbianto dan Thalia Doryunie Barshobedie

Kalimantan Tengah : Dani Julianto dan Winda Safitri

Sulawesi Selatan : Muh. Takbir Tenri Gangka dan Ana Bella Natalya Purba

Sulawesi Tengah : Fariz Salmin dan Monica Broksil

Sulawesi Tenggara : Fatkhul Manan dan Adelana Tesalonika Riswantyo

Sulawesi Barat : A. Anita Meylani A. Baso dan Padliandi Tappawali

Sulawesi Utara : Gilbert Karamoy dan Deanaz Faustina Poluakan

Gorontalo : Rahmat Safrin H. Malik dan Marwiyah Moh. Daud

Maluku : Lenora Orun dan Chritsma Venbly Djiko Paays

Maluku Utara : Junaidi Virgiawan Mustafa dan Siti Komaria

Papua : Junius Fatagur dan Dina Ludia Marwa

Papua Barat : Johni Aris Mlasmene dan Maria Bernadetta Natani
- See more at: http://www.jurnas.com/news/103137/Nama_dan_Asal_Anggota_Paskibraka/1/Nasional/Politik-Keamanan#sthash.zmMLx8Ez.dpuf
SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.
Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
  1. Abdul Muthalib Sangadji
  2. Purnama Wulan
  3. Abdul Rachman
  4. Raden Soeharto
  5. Abu Hanifah
  6. Raden Soekamso
  7. Adnan Kapau Gani
  8. Ramelan
  9. Amir (Dienaren van Indie)
  10. Saerun (Keng Po)
  11. Anta Permana
  12. Sahardjo
  13. Anwari
  14. Sarbini
  15. Arnold Manonutu
  16. Sarmidi Mangunsarkoro
  17. Assaat
  18. Sartono
  19. Bahder Djohan
  20. S.M. Kartosoewirjo
  21. Dali
  22. Setiawan
  23. Darsa
  24. Sigit (Indonesische Studieclub)
  25. Dien Pantouw
  26. Siti Sundari
  27. Djuanda
  28. Sjahpuddin Latif
  29. Dr.Pijper
  30. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
  31. Emma Puradiredja
  32. Soejono Djoenoed Poeponegoro
  33. Halim
  34. R.M. Djoko Marsaid
  35. Hamami
  36. Soekamto
  37. Jo Tumbuhan
  38. Soekmono
  39. Joesoepadi
  40. Soekowati (Volksraad)
  41. Jos Masdani
  42. Soemanang
  43. Kadir
  44. Soemarto
  45. Karto Menggolo
  46. Soenario (PAPI & INPO)
  47. Kasman Singodimedjo
  48. Soerjadi
  49. Koentjoro Poerbopranoto
  50. Soewadji Prawirohardjo
  51. Martakusuma
  52. Soewirjo
  53. Masmoen Rasid
  54. Soeworo
  55. Mohammad Ali Hanafiah
  56. Suhara
  57. Mohammad Nazif
  58. Sujono (Volksraad)
  59. Mohammad Roem
  60. Sulaeman
  61. Mohammad Tabrani
  62. Suwarni
  63. Mohammad Tamzil
  64. Tjahija
  65. Muhidin (Pasundan)
  66. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
  67. Mukarno
  68. Wilopo
  69. Muwardi
  70. Wage Rudolf Soepratman
  71. Nona Tumbel
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
  1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
    di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
    Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
    Kong Liong.
  2. 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
    Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
    yaitu :
    a. Kwee Thiam Hong
    b. Oey Kay Siang
    c. John Lauw Tjoan Hok
    d. Tjio Djien kwie
Bisnis-kti.com, CIAMIS–Sebanyak empat pasangan calon bupati/wakil bupati Ciamis memperebutkan 1.233.822 suara daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang digelar hari inim Minggu (22/9/2013)
Pasangan peserta Pilkada Ciamis tersebut memperebutkan juga suara dari Daerah Otonomi Baru Kabupaten Pangandaran sebanyak 307.766 orang dari jumlah DPT tersebar di 3.000 tempat pemungutan suara (TPS) di 36 kecamatan.
Calon Pemimpin Pemerintah Kabupaten Ciamis periode 2014-2019 itu terdiri dari nomor urut 1 Iing Syam Arifin (wakil bupati Ciamis saat ini)-Jeje Wiradinata diusung Partai Golkar, PDI Perjuangan dan PPP.
Kemudian nomor urut 2 pasangan calon Bagus Arief Wiwaha-Akasah diusung Partai Demokrat. Pasangan nomor urut 3 Budi Kurnia-Mita Permatasari diusung PAN, PBB, PKB, PKS, Hanura dan Gerindra. Terakhir pasangan nomor urut 4 Heddy Suhendra-Yedi dari jalur perseorangan.
Sementara itu,  pelaksanaan pencoblosan mendapatkan pengamanan dari unsur petugas Linmas disekitar TPS dan kepolisian dibantu TNI.
Masyarakat pemilih berdatangan ke TPS untuk menyalurkan aspirasi memilih pemimpin Kabupaten Ciamis lima tahun kedepan, salah satunya di TPS 3, Desa/Kecamatan Sindangkasih.
Seorang warga pemilih, Ny Norma (27 tahun) berharap Pilkada Ciamis menghasilkan pemimpin yang amanah, peduli terhadap kepentingan rakyat dan tidak mementingkan partai politik atau kelompok.
“Bisa mendapatkan pemimpin yang amanah tidak mementingkan politik karena jika sudah terpilih akan menjadi tugas dan tanggung jawab yang hanya mementingkan kemajuan Ciamis,” kata wanita pengusaha makanan ringan khas Ciamis itu.
Pemimpin yang terpilih nanti, harap Norma memiliki kemampuan untuk menggali potensi Sumber Daya Alam dan mendorong pelaku usaha-usaha khas Kabupaten Ciamis.
“Pemimpin juga harus memperhatikan pengusaha makanan yang sudah menjadi ciri khas Ciamis dengan memberi fasilitas berupa bantuan alat dan pemasarannya,” katanya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ciamis, Kikim Tarkim menargetkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada Ciamis sebesar 73 persen atau sama seperti angka partisipasi masyarakat pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat.
“Mudah-mudahan saja partisipasi pemilih Pilkada Ciamis bisa sama seperti pemilihan gubernur sebesar 73 persen,” kata Kikim. (Ant/mtb)

Tujuan Sosialisasi

Sosialisasi mempunyai tujuan sebagai berikut :

 - Memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat
 - Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif
 - Membantu mengendalikan fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan   mawas diri yang tepat.
 - Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat

Kehidupan Masyarakat (Sosial, Individu, Keluarga dan Masyarakat)

Hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri atau masih membutuhkan bantuan dari pihak lain.